News

AS dan Israel Berbeda Sikap terkait Rencana Perdamaian dengan Iran

Istanbul (KABARIN) - Hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dikabarkan sedang tidak sepenuhnya sejalan terkait upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Perbedaan sikap ini muncul dalam pembahasan rencana damai yang masih terus digodok.

Laporan media Israel menyebut perdebatan terjadi pada beberapa poin penting. Isu yang dipermasalahkan mencakup program rudal balistik Iran, pengelolaan uranium yang sudah diperkaya, hingga kemungkinan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Di sisi lain, Amerika Serikat disebut sudah menyiapkan sejumlah usulan untuk menghentikan konflik. Proposal tersebut bahkan telah disampaikan ke Iran lewat jalur tidak langsung dengan bantuan Pakistan. Selain itu, ada juga wacana penghentian sementara pertempuran selama satu bulan untuk membuka ruang negosiasi lebih lanjut.

Pemerintah Iran dikabarkan telah memberikan respons terhadap tawaran tersebut melalui mediator. Dalam tanggapannya, Iran meminta agar serangan dihentikan sepenuhnya di semua wilayah, ada jaminan tidak terjadi perang lanjutan, serta adanya kompensasi dan pengakuan atas kedaulatan mereka di Selat Hormuz.

Sementara itu, sumber dari Israel menyebut diskusi antara kedua sekutu masih berjalan dan belum menemukan titik temu. Ada kemungkinan isi proposal dari Amerika akan mengalami perubahan mengikuti dinamika yang ada.

Di tengah proses tersebut, muncul kekhawatiran dari pihak Israel bahwa Presiden Donald Trump akan mendorong gencatan senjata sementara sebagai langkah awal menuju perundingan dengan Iran.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu pertemuan langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran meski upaya mediasi terus dilakukan.

Situasi ini berlangsung di tengah konflik yang masih memanas sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Aksi tersebut kemudian dibalas oleh Iran melalui serangan drone dan rudal ke sejumlah target, termasuk wilayah yang berkaitan dengan kepentingan militer Amerika di Timur Tengah.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: